“Langkah perubahan rezim di Teheran berisiko besar mengguncang stabilitas kawasan dan pasar energi global,” demikian kekhawatiran yang disampaikan para pejabat Teluk kepada Washington.
Di saat bersamaan, Riyadh juga mengirim sinyal langsung ke Teheran bahwa Arab Saudi akan tetap berada di luar konflik apa pun yang mungkin pecah.
Baca Juga:
Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2023 Dipredisksi Alami Penyesuaian
Arab Saudi menegaskan tidak akan mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah udaranya untuk melancarkan serangan terhadap Iran, sebagai upaya menghindari keterlibatan langsung dalam konfrontasi yang dipimpin Washington.
Negara-negara Teluk secara kolektif juga memperingatkan AS agar tidak mengejar agenda perubahan rezim di Iran karena dinilai hanya akan memperdalam ketidakstabilan geopolitik Timur Tengah.
“Kami telah melakukan kontak untuk membantu menyelesaikan perbedaan antara Amerika Serikat dan Iran,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari kepada wartawan pada Selasa (13/1/2025).
Baca Juga:
Menag Ajukan Penambahan Kuota Haji 2023 Hingga 100 Persen ke Arab Saudi
Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan jet tempur F-35, pesawat pembom, serta pesawat tanker ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Sebagai markas terdepan Komando Pusat AS atau CENTCOM, Pangkalan Udara Al Udeid memiliki peran krusial dalam memproyeksikan kekuatan udara Amerika di kawasan Timur Tengah.
Kehadiran kekuatan militer AS dalam skala besar di pangkalan tersebut dinilai memperkuat efek pencegahan sekaligus memperluas jangkauan operasi militer Washington di kawasan.