WAHANANEWS.CO - Amerika Serikat membuka perburuan besar-besaran dengan imbalan fantastis, hingga ratusan miliar rupiah ditawarkan bagi siapa pun yang bisa mengungkap keberadaan tokoh penting milisi pro-Iran di Irak.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga US$ 10 juta atau sekitar Rp 172,8 miliar untuk informasi terkait pemimpin kelompok milisi Irak Kataeb Sayyid al-Shuhada (KSS) yang didukung Iran dan telah ditetapkan Washington sebagai organisasi teroris.
Baca Juga:
Ibam Klaim Diintimidasi, Kejagung Minta Bukti dan Laporan Resmi
Para pejabat AS melalui unggahan media sosial pada Kamis (23/4/2026) menyatakan sedang memburu informasi mengenai pemimpin KSS, Hashim Finyan Rahim al-Saraji, yang juga dikenal sebagai Abu Alaa al-Walaai.
Washington menuduh KSS telah melakukan berbagai serangan, mulai dari membunuh warga sipil Irak hingga menyerang fasilitas diplomatik AS di Irak serta menargetkan pangkalan dan personel militer AS di Irak dan Suriah.
Dalam pernyataannya, pejabat AS menegaskan bahwa siapa pun yang memberikan informasi berpotensi mendapatkan relokasi serta hadiah uang sebagai bentuk imbalan.
Baca Juga:
Sadis! Korban Penculikan di Garut Dipaksa Makan Kotoran Ayam
Al-Saraji diketahui memiliki peran dalam Kerangka Koordinasi, yakni aliansi Syiah yang berkuasa di Iran dan memegang mayoritas suara di parlemen.
Kelompok-kelompok pro-Iran di Irak disebut kerap menargetkan Kedutaan Besar AS di Baghdad, termasuk fasilitas diplomatik dan logistik di bandara Baghdad serta sejumlah ladang minyak yang dioperasikan perusahaan asing.
Situasi Irak yang sempat relatif stabil kembali memanas setelah kawasan tersebut terseret konflik Timur Tengah menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Jumat (28/2/2026).