Hal ini menunjukkan masih adanya sejumlah perbedaan mendasar yang perlu dijembatani dalam negosiasi lanjutan.
Meski rencana pertemuan ini telah ramai diberitakan, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Iran.
Baca Juga:
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dunia Langsung Bereaksi
Namun, Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat menyampaikan bahwa pembicaraan kemungkinan digelar pada akhir pekan, sehingga memperkuat indikasi adanya upaya diplomatik yang terus berjalan.
Dalam proses ini, Pakistan memainkan peran strategis sebagai mediator yang menjembatani komunikasi kedua negara.
Negara tersebut tidak hanya menyediakan lokasi pertemuan, tetapi juga aktif memfasilitasi dialog demi menciptakan kondisi yang kondusif bagi perundingan.
Baca Juga:
AS Tolak Proposal Rusia Ambil Alih Uranium Iran, Diplomasi Buntu
Bahkan sebelumnya, Pakistan disebut berhasil membantu menengahi gencatan senjata sementara yang berlangsung selama dua pekan.
Gencatan senjata tersebut dijadwalkan berakhir pada awal pekan depan, bertepatan dengan rencana dimulainya putaran negosiasi terbaru.
Kondisi ini membuat pertemuan di Islamabad menjadi sangat krusial, karena berpotensi menentukan arah hubungan kedua negara ke depan, meskipun hasil akhirnya masih belum dapat dipastikan.