Militer China mengatakan telah memantau jalur tersebut tetapi tidak menyebutkan pertemuan jarak dekat.
“Negara-negara yang bersangkutan dengan sengaja menciptakan insiden di wilayah Selat Taiwan, dengan sengaja memprovokasi risiko, merusak perdamaian dan stabilitas regional dengan jahat, dan mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan ‘kemerdekaan Taiwan’,” sebut pernyataan militer China.
Baca Juga:
Film Indonesia Pabrik Gula Disambut Meriah di Amerika
Melansir Sindonews, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, kedua kapal berlayar ke arah utara melalui selat dan tidak melihat ada yang aneh. Kapal perang AS sering berlayar melalui selat itu. Lintasan bersama AS-Kanada terakhir terjadi pada September 2022. [eta]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.