WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ambisi lama itu kembali meledak ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersumpah tak akan mundur dari niat menguasai Greenland, sebuah langkah yang mengguncang sekutu dan menggoyang fondasi hubungan transatlantik.
Trump pada Selasa (20/1/2025) secara terbuka menolak mengesampingkan penggunaan kekerasan untuk merebut pulau Arktik tersebut, seraya mengecam para sekutu yang dinilainya bereaksi berlebihan.
Baca Juga:
Di Tengah Ambisi Trump, Pesawat Militer NORAD Diam-diam Masuk Greenland
Pernyataan Trump, yang disebarluaskan melalui unggahan media sosial dan gambar tiruan kecerdasan buatan, memicu kekhawatiran serius karena Greenland merupakan wilayah Denmark, sesama anggota NATO.
Langkah itu dinilai berpotensi merusak aliansi yang selama puluhan tahun menopang keamanan Barat sekaligus menghidupkan kembali ancaman perang dagang antara Amerika Serikat dan Eropa.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent berusaha meredam ketegangan dengan menepis kekhawatiran tersebut.
Baca Juga:
FIFA Beri Jaminan Tim Peserta di Tengah Polemik Visa Amerika Serikat
“Histeria atas Greenland tidak berdasar,” kata Bessent.
Trump menyampaikan sikap kerasnya usai berbicara dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, sambil menegaskan pentingnya Greenland bagi kepentingan strategis global.
“Seperti yang saya sampaikan kepada semua orang, dengan sangat jelas, Greenland sangat penting untuk Keamanan Nasional dan Dunia, tidak ada jalan untuk mundur, dalam hal itu semua orang setuju,” ujar Trump.