WAHANANEWS.CO, Jakarta - Bangkok sedang dipanggang cuaca ekstrem setelah indeks panas di ibu kota Thailand itu dilaporkan menyentuh 51,9 derajat Celsius dan masuk kategori bahaya.
Departemen Lingkungan dan Departemen Meteorologi Thailand melaporkan kondisi tersebut membuat risiko heat stroke atau serangan panas meningkat tajam bagi warga.
Baca Juga:
Apk Undangan Palsu Masih Makan Korban, Ini Cara Cepat Selamatkan HP dan Rekening
Dikutip dari The Straits Times pada Jumat (26/6/2026), angka indeks panas 51,9 derajat Celsius sudah berada di level bahaya.
Otoritas Thailand langsung mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat lebih waspada terhadap paparan panas ekstrem.
Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam krusial antara pukul 11.00 hingga 15.00 waktu setempat.
Baca Juga:
Awas! Malware Baru Menyebar Lewat WhatsApp, Sekali Klik Bisa Kuasai Perangkat
Pemerintah kota juga membuka sejumlah ruang penanganan suhu panas di berbagai penjuru Bangkok sebagai langkah darurat.
Ruang tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Indeks panas berbeda dengan suhu udara biasa karena angka ini menunjukkan suhu yang benar-benar dirasakan tubuh manusia.
Perhitungan indeks panas berasal dari kombinasi suhu udara dan kelembaban relatif.
Ketika kelembaban udara terlalu tinggi, tubuh akan lebih sulit mengeluarkan keringat secara efektif.
Kondisi itu membuat tubuh terasa jauh lebih panas dibandingkan suhu udara yang terbaca pada alat pengukur biasa.
Jika tubuh gagal mendinginkan diri, risiko gangguan kesehatan akibat panas dapat meningkat.
Salah satu risiko paling serius dari kondisi ini adalah heat stroke atau serangan panas.
Pemerintah Thailand membagi indeks panas ke dalam empat tingkat risiko untuk memandu masyarakat menghadapi suhu ekstrem.
Tingkat waspada berada pada rentang 27 hingga 32,9 derajat Celsius.
Pada tingkat ini, masyarakat diminta rutin minum air putih bersih agar tubuh tetap terhidrasi.
Tingkat peringatan berada pada rentang 33 hingga 41,9 derajat Celsius.
Pada level tersebut, masyarakat diminta mengurangi aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00 hingga 15.00.
Tingkat bahaya berada pada rentang 42 hingga 51,9 derajat Celsius.
Kondisi inilah yang sedang dialami Bangkok saat indeks panas mencapai angka puncak 51,9 derajat Celsius.
Pada tingkat bahaya, warga diminta memantau kondisi tubuh secara ketat dan tidak mengabaikan gejala yang muncul.
Tingkat sangat berbahaya terjadi ketika indeks panas menembus lebih dari 52 derajat Celsius.
Pada level tersebut, masyarakat diminta menghindari seluruh aktivitas di luar ruangan.
Sejumlah kelompok rentan juga diminta menghindari paparan suhu panas ekstrem.
Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi:
• Anak-anak balita berusia 0 hingga 5 tahun.
• Lansia berusia 60 tahun ke atas.
• Wanita hamil.
• Pengidap penyakit penyerta atau orang dengan kondisi medis tertentu.
• Orang dengan obesitas.
• Orang yang mengonsumsi minuman beralkohol.
• Pekerja luar ruangan dengan durasi kerja panjang, seperti pengemudi ojek, kurir pengantar barang, dan pekerja konstruksi.
• Orang yang nekat berolahraga di luar ruangan serta wisatawan yang beraktivitas di tengah cuaca ekstrem.
Otoritas setempat mengingatkan bahwa paparan panas berlebihan tidak boleh dianggap sepele.
Warga dan wisatawan di Bangkok diminta menyesuaikan aktivitas harian agar tidak terpapar suhu panas terlalu lama.
Cuaca ekstrem ini menjadi peringatan serius bahwa indeks panas tinggi dapat berdampak langsung pada keselamatan tubuh.
Kedisiplinan mengurangi aktivitas luar ruangan dan menjaga hidrasi dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah dampak lebih buruk.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]