WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pernyataan mengejutkan muncul dari Pentagon setelah pejabat tinggi pertahanan Amerika Serikat menegaskan bahwa Washington tidak terlibat langsung dalam serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Kepala kebijakan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon, Elbridge Colby, menyatakan bahwa operasi militer tersebut sepenuhnya dilakukan oleh Israel.
Baca Juga:
Mojtaba Khamenei Muncul sebagai Kandidat Utama Pemimpin Tertinggi Iran Setelah Ayahnya Tewas
Penjelasan itu disampaikan Colby ketika memberikan kesaksian di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat pada Selasa (2/3/2026).
Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa serangan yang menargetkan Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya bukan bagian dari kampanye militer Amerika Serikat.
“Itu adalah operasi Israel,” ujar Colby saat menjawab pertanyaan anggota parlemen mengenai apakah perubahan rezim menjadi tujuan dari aksi militer AS di kawasan tersebut.
Baca Juga:
AS Bersiap Perbesar Serangan ke Iran tapi Stok Rudal Menipis
Pernyataan Colby tersebut dinilai berbeda nada dengan sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sejak awal konflik justru menyampaikan narasi kemenangan yang lebih agresif.
Dalam beberapa pernyataan publiknya, Trump menggambarkan operasi militer terhadap Iran sebagai langkah yang bersejarah setelah puluhan tahun hubungan bermusuhan antara kedua negara.
“Selama 47 tahun, rezim Iran telah meneriakkan 'matilah Amerika' dan mengobarkan kampanye pertumpahan darah serta pembunuhan massal yang tiada henti,” ujar Trump pada Sabtu (28/2/2026).