Melalui unggahan di media sosial, Trump juga mengeklaim bahwa Khamenei tidak mampu menghindari sistem pelacakan canggih yang dimiliki intelijen.
Dalam pernyataan tersebut, Trump bahkan mengisyaratkan adanya kerja sama erat antara Amerika Serikat dan Israel dalam operasi yang menargetkan pimpinan Iran.
Baca Juga:
Intelijen Blak-blakan Ungkap Israel-AS Hendak Gulingkan Republik Isalam Iran
“Bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu hal pun yang bisa dia (Khamenei), atau pemimpin lain yang terbunuh bersamanya, lakukan,” tulis Trump.
Trump kemudian secara terbuka mendorong rakyat Iran untuk memanfaatkan momentum tersebut guna menggulingkan pemerintahan yang berkuasa di Teheran.
Pernyataan tersebut semakin menimbulkan pertanyaan mengenai arah kebijakan Washington terhadap Iran setelah serangan besar yang mengguncang kepemimpinan negara itu.
Baca Juga:
Blokade Hormuz Melunak, Harga Minyak Brent Rontok di Bawah 100 Dollar
Ketidaksinkronan antara narasi Gedung Putih dan Pentagon memicu spekulasi lebih luas mengenai tujuan akhir strategi Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio sebelumnya menyatakan bahwa Washington baru mengambil langkah setelah mengetahui Israel sedang bersiap melakukan serangan terhadap Iran.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa keterlibatan Amerika Serikat lebih bersifat reaktif dibandingkan bagian dari rencana militer besar yang telah disusun sejak awal.