Sementara itu, Colby berupaya memperjelas bahwa tujuan militer Amerika Serikat tidak diarahkan pada upaya menggulingkan pemerintahan Iran.
Ia menekankan bahwa fokus utama operasi militer Washington adalah melemahkan kemampuan militer Iran yang dinilai dapat mengancam kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya.
Baca Juga:
Mojtaba Khamenei Muncul sebagai Kandidat Utama Pemimpin Tertinggi Iran Setelah Ayahnya Tewas
“Tujuan dari kampanye militer ini difokuskan untuk menangani kemampuan Iran dalam memproyeksikan kekuatan militer terhadap kami, pangkalan kami, pasukan kami, serta sekutu dan mitra kami di kawasan maupun di luarnya,” jelas Colby.
Menurutnya, sejumlah sasaran militer yang menjadi target operasi Amerika Serikat mencakup kekuatan rudal Iran yang berkembang pesat.
Selain itu, fasilitas produksi persenjataan serta beberapa elemen dari angkatan laut Iran juga disebut sebagai target strategis dalam operasi tersebut.
Baca Juga:
AS Bersiap Perbesar Serangan ke Iran tapi Stok Rudal Menipis
Colby menyatakan bahwa sasaran-sasaran tersebut dipilih karena dianggap realistis dan dapat dicapai dalam kerangka operasi militer yang terbatas.
Saat ditekan oleh Senator Jack Reed, anggota senior Partai Demokrat dalam komite tersebut, Colby kembali diminta menjelaskan hubungan antara kematian pemimpin tertinggi Iran dan tujuan militer Amerika Serikat.
Ia kemudian menegaskan kembali batasan yang menurutnya harus dipahami dalam melihat operasi militer Washington.