Calon yang dipilih adalah Eurofighter’s Typhoon. Program Eurofighter, yang dikembangkan, diproduksi dan dipelihara oleh Inggris, Jerman, Spanyol dan Italia, memiliki rekam jejak yang terbukti dan merupakan tulang punggung Pertahanan Udara Sekutu.
Sejak penerbangan perdananya pada tahun 1994, Typhoon telah dimodernisasi dan ditingkatkan menjadi jet tempur multi-role paling canggih di pasar.
Baca Juga:
Indonesia dan Turki Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekspor Komoditas Pertanian
Badan pesawatnya telah dirancang untuk mengurangi penampang radar dan peningkatan meningkatkan fitur siluman pesawat.
Fusi sensor, kesadaran situasional yang tinggi, avionik dan elektronik mutakhir, kemampuan super-cruise, dan kedaulatan atas data misi, akan memberi Angkatan Udara Turki keunggulan kompetitif.
Selain itu, Typhoon dapat beroperasi di Future Combat Air Systems (FCAS atau Tempest), memungkinkan Eurofighter dan perusahaan mitra untuk mengembangkan teknologi di platform.
Baca Juga:
Trump Tegaskan Warga Palestina yang Pergi dari Gaza Tak Bisa Kembali
Ini juga mencakup bidang-bidang seperti peluang pelatihan dalam skenario multi-domain yang kompleks. Pelajaran teknologi yang dipetik ini dapat bermanfaat bagi program TF-X Turki.
Dengan paket upgrade perangkat lunak dan perangkat keras baru yang dikembangkan Eurofighter, Typhoon akan mampu melawan ancaman atau tantangan yang mungkin muncul hingga tahun 2060-an, menjadikannya tidak hanya solusi sementara tetapi juga peningkatan lengkap dalam kemampuan untuk AU Turki. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.