Kashmir telah dibagi antara India dan Pakistan sejak kemerdekaan mereka pada tahun 1947 dan pemberontakan yang meletus pada tahun 1989 telah merenggut puluhan ribu nyawa.
Ketegangan meningkat lagi sejak pemerintah India membatalkan semi-otonomi Kashmir pada Agustus 2019 dan menempatkannya di bawah pemerintahan langsung New Delhi.
Baca Juga:
Tim Penyelamat Evakuasi Puluhan Pekerja Terowongan Runtuh di India
Pemerintah telah mengatakan telah mengambil langkah-langkah untuk membawa perdamaian dan kemakmuran ke wilayah yang bergolak itu.
Tetapi Mirwaiz Umer Farooq, kepala ulama Muslim Kashmir yang telah berada di bawah tahanan rumah selama lebih dari dua tahun, memperingatkan dalam sebuah pernyataan hari Sabtu bahwa "penindasan sistemik" mendorong banyak pemuda Kashmir ke bawah tanah. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.