Para ahli memperingatkan wabah ini berpotensi memburuk apabila kondisi cuaca tetap hangat dan kering.
Cuaca seperti itu dinilai sangat mendukung penyebaran ulat prosesi ek di Berlin dan wilayah lain di Eropa.
Baca Juga:
Yayasan Sumber Sejahtera Bagikan Alkitab dan Adakan KKI di HKBP Se-Distrik Vl Dairi
Badan prakiraan cuaca memperkirakan musim panas 2026 di Jerman dan Eropa Tengah akan lebih panas serta lebih kering dibanding rata-rata.
Ancaman ulat prosesi ek tidak hanya terjadi di Jerman.
Hama berbahaya ini telah menetap di sebagian besar wilayah Eropa, mulai dari Belanda, Prancis, Denmark, hingga kawasan Laut Tengah.
Baca Juga:
Pembahasan RUU Perampasan Aset, Ini Sorotan Hinca Panjaitan
Spesies tersebut juga masuk secara tidak sengaja ke Inggris pada 2006.
Saat ini, ulat prosesi ek telah menetap di London Raya dan sebagian wilayah Inggris bagian tenggara.
Penyebaran itu membuat pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan resmi pada Sabtu (06/06/2026).