WAHANANEWS.CO, Jakarta – Kharg Island, yang terletak sekitar 24 kilometer dari daratan Iran, merupakan pusat utama industri minyak negara tersebut dan hingga kini belum tersentuh langsung oleh serangan militer Amerika Serikat (AS) maupun Israel.
Pulau kecil milik Iran di Teluk Persia kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Baca Juga:
Perang Iran Bisa Panjang, Sejarah Romawi-Persia 600 Tahun Jadi Peringatan Dunia
Pulau karang itu memegang peran vital bagi perekonomian Iran karena sekitar 90% ekspor minyak mentah negara tersebut melewati fasilitas yang berada di sana sebelum diangkut oleh kapal tanker melalui Selat Hormuz.
Peneliti iklim, energi, dan pertahanan di Royal United Services Institute, Petras Katinas, mengatakan bahwa penguasaan pulau tersebut akan berdampak langsung terhadap kemampuan Iran menjual minyaknya ke pasar global.
"Perebutan pulau itu akan memutus jalur pasokan minyak Iran," kata Petras Katinas, dikutip CNBC International, Selasa (10/3/2026) melansir CNBC Indonesia.
Baca Juga:
Iran Siap Perang Panjang! Ancaman Teheran Disebut Bisa Hancurkan Ekonomi Dunia
Menurut dia, langkah tersebut berpotensi memberi pengaruh besar bagi Amerika Serikat dalam proses negosiasi politik di masa depan, terlepas dari siapa pun yang berkuasa di Iran setelah konflik berakhir.
Namun Katinas menilai operasi semacam itu tidak mudah dilakukan. Ia menekankan bahwa pengambilalihan pulau kemungkinan besar membutuhkan operasi pasukan darat dalam skala besar, sesuatu yang hingga kini tampak enggan dilakukan oleh pemerintahan Donald Trump.
Analis minyak di PVM, Tamas Varga, mengatakan bahwa penguasaan Pulau Kharg akan menjadi pukulan besar bagi perekonomian Iran. "Jika Presiden Trump memutuskan untuk merebut pusat penting ini, itu akan menghilangkan salah satu sumber pendapatan utama Iran," ujarnya.