Meski demikian, Varga memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat memperumit situasi. Ia menilai pulau itu akan tetap rentan terhadap serangan drone dari wilayah Iran sendiri, sehingga berpotensi memperpanjang konflik sekaligus meningkatkan ketidakpastian di pasar energi global.
Direktur senior analisis di Eurasia Group sekaligus mantan kepala Ruang Situasi Gedung Putih, Marc Gustafson, mengatakan operasi militer untuk merebut pulau itu akan sangat berisiko. Menurutnya, pasukan AS di darat berpotensi menjadi target serangan drone Iran selama berminggu-minggu.
Baca Juga:
Perang Iran Bisa Panjang, Sejarah Romawi-Persia 600 Tahun Jadi Peringatan Dunia
Sementara itu CEO VanEck, Jan van Eck, menyebut Pulau Kharg sebagai "titik kritis" dalam strategi energi Iran. Ia menilai siapa pun yang mengendalikan pulau tersebut pada akhirnya akan memiliki pengaruh besar terhadap aliran minyak Iran ke pasar dunia.
Di tengah ketegangan yang meningkat, harga minyak dunia langsung melonjak.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.