Serangan militer itu sebelumnya ditujukan terhadap kelompok Dawlah Islamiyah-Maute. Kelompok Maute sangat terkait dengan ISIS. Setelah merebut Marawi pada Mei 2017, mereka berupaya menjadikannya wilayat atau daerah cabang di Asia Tenggara untuk ISIS.
Akibat ledakan bom ini, kantor polisi di Mindanao dan wilayah ibu kota disiagakan dan pos pemeriksaan polisi diperketat "untuk mencegah kemungkinan insiden lanjutan," kata pejabat polisi Peralta.
Baca Juga:
Dua Benda Diduga Mortir di Cilandak Diamankan Polisi
Universitas Negeri Mindanao menangguhkan perkuliahan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.