WahanaNews.co | Kebencian dari sayap kanan Hindu terhadap Muslim adalah simbol Islamofobia yang berasal dari BJP itu sendiri.
Narendra Modi pertama kali berkuasa pada 2014, menjanjikan perkembangan dan kemajuan tetapi juga serangan gencar mayoritas terhadap minoritas, khususnya Muslim.
Baca Juga:
Hubungan RI-India Kian Mesra, Prabowo-Gibran Dampingi PM Modi ke DPR
Seperti ditulis Rayan Naqash di The New Arab, Jumat (24/6/2022), kemenangan Modi membuka pintu air Hindutva yang dipelopori oleh Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), kelompok sayap kanan Hindu yang mendapat dukungan spiritual dari BJP dan memungkinkan Islamofobia mengakar lebih dalam di negara demokrasi terbesar di dunia itu.
Perlawanan dari partai-partai politik arus utama terhadap komunalisme mayoritas tidak efektif.
Misalnya, Kongres Nasional India, saingan utama BJP, telah melemahkan posisinya yang seolah-olah sekuler.
Baca Juga:
Warganya Diminta Setop Beli Emas, India Jadi Korban Perang AS-Iran
Zafar-ul-Islam Khan, seorang cendekiawan Islam dan mantan ketua Komisi Minoritas Delhi, mengatakan hampir semua partai oposisi telah mengadopsi Hindutva lunak, yang berarti mereka tidak akan melakukan atau mengatakan apa pun yang bertentangan atau membuat marah umat Hindu.
Mengarusutamakan Islamofobia