WahanaNews.co | Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Inggris Vadym Prystaiko menyebutkan kemungkinan Kiev melepaskan tawaran lama untuk bergabung NATO demi mencegah pecahnya perang dengan Rusia.
Dia mengakui ide seperti itu akan bertentangan dengan prinsip hukum negaranya.
Baca Juga:
Awal Januari, Ukraina Gelar Serangkaian Pertemuan Internasional Bahas Jaminan Keamanan
Ditanya presenter BBC Radio 5 Live Stephen Nolan pada Minggu (13/2/2022) tentang “Apakah negaranya mungkin berpikir untuk tidak bergabung dengan NATO untuk mencegah perang?” Prystaiko menjawab, "Kami mungkin, Anda tahu, terutama (setelah) diancam seperti itu, diperas oleh itu, dan didorong ke sana.”
Dia kemudian menunjukkan beberapa perwakilan dari blok militer NATO juga mendukung opsi itu.
“Anda tahu, kadang-kadang kami akan mendengar suara dari NATO bahwa ‘Teman-teman, mungkin, sungguh, kami akan dapat menghindari…’” papar duta besar itu, mengakhiri kalimatnya, dilansir RT.com pada Senin (14/2/2022).
Baca Juga:
Damai Ukraina–Rusia Tersisa 10 Persen, Zelenskyy Ingatkan Ancaman Invasi Berulang
Namun, Prystaiko kemudian menyesali fakta Ukraina bukan bagian dari NATO saat ini, tidak seperti beberapa negara lain yang berbatasan dengan Rusia.
Dia mencatat, Kiev harus menghadapi musik sendirian jika krisis seperti saat ini berubah menjadi konflik militer.
“Kami akan tetap tidak dilindungi oleh siapa pun, oleh teman mana pun, tidak menjadi anggota aliansi mana pun, ketika semua orang, semua tetangga kami, sudah berada dalam organisasi,” ujar diplomat itu, merujuk pada Polandia, Republik Slovakia, Rumania, Bulgaria, dan Turki yang jadi anggota NATO.