Perbedaan penulisan nama Rubio juga tampak di papan nama resmi dalam ruang pertemuan di Beijing, di mana nama Rubio ditulis menggunakan karakter berbeda dibanding saat pengumuman sanksi pada 2020.
Dua diplomat meyakini perubahan penulisan nama itu merupakan cara cepat bagi China untuk menghindari penerapan larangan masuk terhadap Rubio berdasarkan ejaan lama namanya.
Baca Juga:
Biaya Logistik Mahal Bikin Produk RI Sulit Bersaing, Mendag Cari Solusi
Kehadiran Rubio di Beijing juga menjadi sorotan setelah Gedung Putih merilis foto dirinya di Air Force One mengenakan pakaian olahraga Nike yang disebut mirip dengan outfit Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat ditangkap pasukan AS.
Rubio selama ini dikenal sebagai politikus keturunan Kuba-Amerika yang vokal menentang komunisme dan menjadi salah satu penggagas undang-undang sanksi terhadap China terkait dugaan kerja paksa terhadap minoritas Uyghur Muslim.
Tuduhan tersebut selama ini dibantah keras oleh pemerintah China.
Baca Juga:
Oknum Petugas Kargo Bandara Soetta Curi Tas Lululemon, Kerugian Tembus Rp 1 Miliar
Pada sidang konfirmasinya sebagai Menteri Luar Negeri, Rubio bahkan menyebut China sebagai tantangan geopolitik terbesar bagi Amerika Serikat.
Namun setelah menjabat, Rubio mendukung pendekatan Donald Trump yang lebih menekankan hubungan dagang dan diplomasi dengan Xi Jinping dibanding fokus pada isu hak asasi manusia.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.