Namun, hingga kini kedua pihak masih menemui jalan buntu, terutama terkait isu teritorial yang menjadi bagian paling sensitif dalam rancangan kesepakatan damai tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka menyatakan tuntutan negaranya untuk menguasai penuh wilayah Donbas di timur Ukraina.
Baca Juga:
Awal Januari, Ukraina Gelar Serangkaian Pertemuan Internasional Bahas Jaminan Keamanan
Wilayah tersebut saat ini sebagian besar berada di bawah kendali Rusia, dengan Moskow disebut telah menguasai hampir 90 persen kawasan strategis itu.
"Tentara Ukraina harus keluar dari Donbas seluruhnya," ujarnya dikutip BBC beberapa waktu lalu. Putin menegaskan bahwa Rusia tidak membuka ruang kompromi dalam tuntutan tersebut.
Di sisi lain, Zelenskyy meragukan klaim Rusia yang menyebut penarikan pasukan Ukraina dari Donbas akan mengakhiri perang.
Baca Juga:
Zelenskyy Minta Jaminan Keamanan 50 Tahun ke Trump, Damai Ukraina Masih Terkendala
Ia menilai langkah tersebut justru berisiko membuka peluang agresi lanjutan, mengingat wilayah Donbas memiliki nilai strategis dan ekonomi yang besar, termasuk cadangan batu bara.
"Mundur dari Donbas dan semuanya akan berakhir, itu hanya tipu daya Rusia saja," ucapnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.