WahanaNews.co | Wanita di Afghanistan dalam ancaman
pembunuhan oleh kelompok ekstremis yang menentang mereka bekerja di luar rumah.
Satu
stasiun televisi di timur kota Jalalabad telah meminta semua staf wanitanya
pulang demi keselamatan mereka sendiri, setelah 4 karyawan wanita mudanya tewas
dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga:
Sidang Penculikan & Pembunuhan Kacab Bank, Oditur Militer Siapkan 17 Saksi
Tiga
rekan wanita lainnya, yaitu Shahnaz, Mursal dan Saadia, dibunuh pada Maret ini. Mereka ditembak mati saat akan
meninggalkan kantor.
Melansir
BBC pada Selasa (23/3/2021), meja
kerja mereka di stasiun TV sekarang menjadi tempat memorial.
Sebelum
meninggal, Shahnaz, Mursal, dan Saadia, sedang mengerjakan dubbing drama TV Pashto
untuk pemirsa di Afghanistan timur.
Baca Juga:
Pelaku Pembunuh Cucu Mpok Nori Terancam Penjara Seumur Hidup
"Jadi
itu suara Mursal di sana? Mengisi suara aktris itu?" tanya koresponden BBC Afghanistan, Secunder Kermani, kepada
Direktur TV dan Radio Enikaas, Zalmay
Latifi.
"Saat
kamu mendengar suara mereka lagi sekarang, bagaimana perasaanmu?"
timpalnya.
"Kami
merasa sangat sedih," kata Direktur TV dan Radio Enikaas, Zalmay Latifi.