"Posisi kami jelas: keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025)," kata Menlu Sugiono dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa 17 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono juga menyampaikan rencana kehadiran Indonesia pada Sidang Dewan Keamanan PBB yang akan digelar Rabu, 18 Februari 2026.
Baca Juga:
Tahanan 58 Kg Narkoba Lolos dari Polda Jambi, Aliansi Demokrasi Indonesia Akan Demo Minta CCTV di Publis
Agenda itu dijadwalkan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk keseriusan Indonesia dalam berkontribusi pada isu-isu perdamaian global.
Sidang tersebut akan membahas berbagai upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah, termasuk perkembangan isu Palestina.
Sehari setelah agenda itu, Presiden Prabowo juga direncanakan mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin dunia guna memperkuat dukungan internasional terhadap stabilitas kawasan.
Baca Juga:
Di Forum ASEAN, Menlu Sugiono Dorong Kerja Sama Evakuasi Warga di Tengah Konflik Timur Tengah
Sugiono kembali menekankan bahwa Indonesia secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh hak-haknya secara adil.
Ia menyatakan keyakinan bahwa sistem multilateral tetap menjadi pilar utama dalam menjaga perdamaian dunia serta menegakkan hukum internasional.
Sementara itu, António Guterres menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menlu Sugiono di New York dan menilai Indonesia sebagai mitra penting dalam upaya menjaga stabilitas global.