Namun demikian, pemerintah tetap siaga. Perdana Menteri Sanae Takaichi meminta warga di wilayah terdampak untuk tetap waspada. "Bagi Anda yang tinggal di daerah yang telah diberi peringatan, mohon evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman," tegasnya.
Pemerintah Jepang juga telah membentuk tim manajemen krisis guna memantau perkembangan situasi serta memastikan dampak gempa terhadap masyarakat dan infrastruktur.
Baca Juga:
Alung DPO Narkotika 58 Kg tidak Dihadirkan saat Konferensi Pers, Kapolda Jambi: Menjadi Penegak Hukum Tidak Boleh Melanggar Hukum
Sebagai salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia, Jepang berada di kawasan "Cincin Api" Pasifik dan mengalami sekitar 1.500 gempa setiap tahun, atau sekitar 18% dari total gempa global.
Ancaman gempa besar bukan hal baru bagi Jepang. Negara ini masih dibayangi tragedi gempa M9,0 pada 2011 yang memicu tsunami dahsyat dan menewaskan sekitar 18.500 orang serta menyebabkan krisis nuklir Fukushima.
Pemerintah bahkan memperkirakan skenario terburuk jika gempa besar terjadi di Palung Nankai. Bencana tersebut berpotensi menewaskan hingga 298.000 orang dan menyebabkan kerugian mencapai US$2 triliun atau sekitar Rp34.000 triliun.
Baca Juga:
Ancaman Tsunami Mengintai, Aktivitas Pesisir Dihentikan Pasca Gempa Laut Maluku
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.