Perlu diketahui, isu neo-NAZI merupakan salah satu yang didendangkan Presiden Vladimir Putin dalam membenarkan tindakannya melancarkan operasi khusus militer Rusia ke Ukraina. Bagi Putin neo-NAZI merupakan bahaya. Karena itulah target invasi untuk menghancurkan kekuatan dari neo-NAZI.
"Operasi militer khusus berjalan sesuai rencana. Kita berperang dengan neo-NAZI. Saya tak akan pernah menyerah karena saya yakin Rusia dan Ukraina adalah satu bangsa," kata Putin beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
NATO Buka Pintu Normalisasi dengan Rusia, Tapi Ada Syarat
Memang diketahui, di Ukraina ada kelompok ekstrimis sayap bersenjata neo-NAZI. Namanya Batalyon AZOV. Dan pasukan dari batalyon ini kini telah dilebur untuk menjadi pasukan organik dari militer Ukraina dan dimasukan ke dalam Garda Nasional Ukraina.
Batalyon AZOV pertama kali muncul karena dibentuk oleh Garda Nasional Ukraina dalam satuan paramiliter untuk melawan pasukan Separatis pro Rusia dalam Perang Donbas 2014. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.