WAHANANEWS.CO, Jakarta - Operasi penyelamatan dramatis dilakukan militer Amerika Serikat setelah seorang pilot jet tempur F-15E yang ditembak jatuh di wilayah Iran berhasil ditemukan dalam kondisi terluka namun masih mampu bertahan hidup selama dua hari dengan hanya bersenjatakan pistol.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pasukannya berhasil menyelamatkan pilot tersebut setelah hilang sejak Jumat (3/4/2026), dan ditemukan pada Minggu (5/4/2025) di wilayah barat daya Iran.
Baca Juga:
DPR Soroti UU Hukuman Mati Israel, Dinilai Ancaman Nyata Genosida Palestina
Pilot yang diidentifikasi dengan panggilan “Wizzo” itu diketahui merupakan seorang kolonel dan ditemukan dalam kondisi luka, namun masih sanggup berjalan saat tim penyelamat tiba di lokasi.
Selama dua hari menghilang di wilayah musuh, ia hanya mengandalkan pistol sebagai satu-satunya alat pertahanan diri di tengah situasi berbahaya.
Operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung sangat kompleks dengan melibatkan ratusan personel pasukan khusus serta puluhan pesawat tempur dan helikopter yang dikerahkan oleh militer Amerika Serikat.
Baca Juga:
Kejagung Tarik Kajari Karo, Diduga Ada Intimidasi dalam Kasus Amsal Sitepu
Dilaporkan, misi tersebut dilakukan secara intensif selama berjam-jam, dimulai dalam kegelapan malam dan berlanjut hingga siang hari demi memastikan keberhasilan evakuasi.
Pasukan Amerika Serikat berhasil mengepung dan mendekati lokasi keberadaan pilot sebelum akhirnya terjadi baku tembak dengan pasukan Iran pada siang hari.
Dalam operasi seperti ini, pasukan khusus biasanya melakukan penyelamatan dengan cepat dan senyap, terutama saat malam hari untuk meminimalkan risiko.
Presiden Trump kemudian mengonfirmasi detail operasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa pilot yang diselamatkan adalah seorang kolonel yang sangat dihormati.
"KAMI BERHASIL MENEMUKANNYA! Saudara-saudari sebangsa, selama beberapa jam terakhir, Militer Amerika Serikat telah melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam Sejarah AS, untuk salah satu Perwira Anggota Kru kami yang luar biasa, yang juga merupakan seorang Kolonel yang sangat dihormati, dan yang dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa ia sekarang SELAMAT dan SEHAT!," ungkap Trump.
Trump menambahkan bahwa pilot tersebut kini dalam kondisi relatif baik meskipun mengalami luka akibat insiden tersebut.
Setelah berhasil dievakuasi dari wilayah konflik, kolonel tersebut langsung diterbangkan ke Kuwait untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Di sisi lain, laporan dari otoritas Iran menyebutkan bahwa setidaknya lima orang tewas dalam serangan yang terjadi di wilayah barat daya Iran selama operasi penyelamatan berlangsung.
Gubernur provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad menyatakan bahwa korban tewas terjadi akibat serangan di kawasan pegunungan yang dikenal sebagai "gunung hitam" Kohgiluyeh.
Informasi tersebut disampaikan melalui kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]