Namun, Duterte tidak sepakat dengan label yang ditetapkan Putin pada invasinya ke Ukraina.
Putin menyebut serangan ke negara tetangganya itu sebagai "operasi militer khusus" yang bertujuan untuk mendemiliterisasi dan mendenazifikasi Ukraina.
Baca Juga:
Duterte Ditangkap, Eks Presiden Filipina Diperkarakan ICC atas Perang Narkoba
Duterte mengatakan, invasi itu merupakan serbuan skala perang terhadap "negara berdaulat."
Pada Putin dan Kedutaan Besar di Manila, Duterte meminta Moskow berhenti membom dan menembakan artileri ke pemukiman warga.
Ia juga mendesak Rusia untuk mengevakuasi warga sipil tak bersalah dengan aman sebelum menggelar pengeboman.
Baca Juga:
Marcos Jr Tolak Penyelidikan Perang Berdarah Lawan Narkoba
"Saya akan turun dan saya tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah ini," katanya.
"Anda harus menyelesaikan perang antara Ukraina dan Rusia sebelum kami dapat berbicara kembali ke kondisi normal," tambah Duterte. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.