WahanaNews.co | Rusia memperkuat pertahanannya di sektor industri Ukraina yang berhasil dikuasai di sekitar wilayah Donbas.
Pasukan Rusia menargetkan jalur suplai senjata dari sekutu Ukraina yang datang dari barat.
Baca Juga:
Pidato Perdana Donald Trump: Janji Masa Keemasan AS dan Kritik Tajam pada Biden
Pengetatan pertahanan ini dilakukan Rusia usai Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyetujui permintaan senjata Ukraina.
Diketahui, Amerika Serikat menyumbangkan senjata senilai 700 juta dollar termasuk roket modern multiple launch rocket systems (MLRS) yang mampu menjangkau radius 80 km.
Juru Bicara Kremlin Rusia, Dmitry Peskov, menyebutkan sikap yang diambil oleh Biden tidak membuat pihaknya gentar.
Baca Juga:
Soal Rencana Blokir TikTok di AS, Presiden Biden Serahkan ke Trump
“Menyuplai senjata (dari negara barat) ke Ukraina tidak akan mengubah target dari operasi (militer) kita,” ujar Peskov dilansir dari Reuters pada Kamis (2/6/2022).
Lalu Peskov pun menyatakan kiriman senjata dari negara barat justru ibarat menambahkan minyak di atas api unggun dan memperpanjang perang antara Rusia dan Ukraina.
“Target dari mereka (negara barat) akan tercapai, tapi hal ini (pengiriman senjata) akan menambah penderitaan Ukraina,” tambah Peskov saat mengomentari soal rencana AS yang akan menjual drone perang miliknya ke Ukraina.