"Pergi ke pertandingan, berada di stadion, bersama kerumunan suporter, bersorak, dan melihat tim saya bermain adalah hal yang sangat berarti bagi saya," kata Adnan, Jumat (12/6/2026).
Bagi Adnan, menonton pertandingan Piala Dunia secara langsung bukan sekadar perjalanan wisata.
Baca Juga:
Lewat Tim Ekspedisi Patriot, Mahasiswi Asal Jakarta Belajar dan Mengabdi di Papua
"Tidak ada perasaan lain yang bisa menandinginya," kata Adnan.
Irak sebenarnya tidak masuk dalam daftar negara yang dikenai larangan perjalanan oleh Amerika Serikat.
Namun, layanan visa AS di Irak dihentikan sementara karena situasi keamanan di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Komisi IX DPR Kebut Revisi UU Ketenagakerjaan Saat Reses, Outsourcing Jadi Sorotan
Adnan kemudian mencoba mengurus visa melalui Yordania.
Upaya itu tetap gagal karena permohonannya ditolak dengan alasan ia bukan warga negara setempat.
Setelah mengeluarkan sekitar USD 1.800 atau sekitar Rp 32 juta untuk tiket dan perjalanan, Adnan akhirnya memilih menyerah.