"Pergi ke pertandingan, berada di stadion, bersama kerumunan suporter, bersorak, dan melihat tim saya bermain adalah hal yang sangat berarti bagi saya," kata Adnan, Jumat (12/6/2026).
Bagi Adnan, menonton pertandingan Piala Dunia secara langsung bukan sekadar perjalanan wisata.
Baca Juga:
Kinerja Melesat 345,97 Persen, PTDI Rombak Struktur Pengurus Perusahaan
"Tidak ada perasaan lain yang bisa menandinginya," kata Adnan.
Irak sebenarnya tidak masuk dalam daftar negara yang dikenai larangan perjalanan oleh Amerika Serikat.
Namun, layanan visa AS di Irak dihentikan sementara karena situasi keamanan di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Soundbar Berubah Jadi 'Keyboard Hantu', Komputer Korban Bisa Diperintah Diam-diam
Adnan kemudian mencoba mengurus visa melalui Yordania.
Upaya itu tetap gagal karena permohonannya ditolak dengan alasan ia bukan warga negara setempat.
Setelah mengeluarkan sekitar USD 1.800 atau sekitar Rp 32 juta untuk tiket dan perjalanan, Adnan akhirnya memilih menyerah.