Jenazah Abdullah ditemukan di kamar mandi kamar hotel Marriott Kensington, London Barat, yang tarifnya mencapai sekitar 600 euro atau sekitar Rp12,2 juta per malam.
Peristiwa penemuan jenazah itu terjadi pada Selasa (25/11/2025) ketika seorang petugas kebersihan memasuki kamar hotel setelah tidak mendapat respons dari penghuni.
Baca Juga:
Dukung Rakyat Palestina, Arab Saudi Kirim 25.000 Porsi Makanan ke Gaza
"Korban ditemukan tergeletak di lantai kamar mandi dengan pintu terkunci dari dalam dan masih mengenakan pakaian lengkap," terungkap dalam persidangan.
Petugas medis yang datang ke lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan namun nyawa Abdullah tidak berhasil diselamatkan.
Persidangan juga mengungkap Abdullah telah lama berjuang melawan ketergantungan alkohol dan obat penenang Xanax.
Baca Juga:
Jemaah Haji Lansia RI Hilang di Makkah Pekan Lalu Masih Dicari
Sekitar tiga bulan sebelum meninggal dunia, ia menjalani rehabilitasi di Priory Clinic, Roehampton, London, yang dikenal sebagai salah satu pusat rehabilitasi eksklusif dengan biaya perawatan mencapai sekitar 35.000 euro atau sekitar Rp715 juta per pekan.
Di fasilitas tersebut, Abdullah menjalani program detoksifikasi dari alkohol, obat golongan benzodiazepin, dan pregabalin yang biasa digunakan untuk menangani gangguan kecemasan.
Setelah menyelesaikan program rehabilitasi awal, Abdullah melanjutkan pemulihan di Rainford Hall, sebuah klinik rehabilitasi swasta di Merseyside.