Biaya rehabilitasi di tempat tersebut dilaporkan mencapai sekitar 7.000 euro atau sekitar Rp143 juta setiap pekan.
Selama menjalani perawatan lanjutan, Abdullah sempat didiagnosis mengalami infeksi saluran pernapasan bagian atas sebelum akhirnya diperbolehkan pulang pada Selasa (14/10/2025).
Baca Juga:
Dukung Rakyat Palestina, Arab Saudi Kirim 25.000 Porsi Makanan ke Gaza
Beberapa minggu kemudian, tepatnya pada Rabu (19/11/2025), Abdullah kembali menginap di Marriott Hotel London dengan rencana tinggal selama sepekan.
Rekaman kamera pengawas memperlihatkan aktivitas terakhir Abdullah pada malam sebelum meninggal ketika ia keluar hotel seorang diri untuk merokok.
"Rekaman CCTV menunjukkan tidak ada seorang pun yang mendampingi Abdullah pada malam terakhir sebelum kematiannya," demikian diungkap dalam sidang.
Baca Juga:
Jemaah Haji Lansia RI Hilang di Makkah Pekan Lalu Masih Dicari
Penyelidik tidak menemukan tanda-tanda adanya tindak kekerasan maupun keterlibatan pihak lain dalam kematian tersebut.
Hasil autopsi akhirnya menyimpulkan bahwa Abdullah meninggal akibat henti jantung yang dipicu oleh kombinasi konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi bersama berbagai jenis obat-obatan dan narkotika.
Penyelidikan resmi juga memastikan tidak ditemukan indikasi bahwa kematian Abdullah merupakan tindakan bunuh diri.