Banyak netizen China kemudian memposting ulang rekaman tersebut di platform media sosial luar negeri seperti Facebook dan Threads di Instagram untuk meningkatkan kesadaran tentang kasus ini.
Tuduhan tersebut telah memicu kemarahan luas secara online maupun di kalangan warga Chongqing.
Baca Juga:
"Duet Maut" Pengguncang Dunia, Kim Jong Un-Xi Jinping Makin Lengket
Menurut laporan dari media berita Hong Kong HK01, ratusan orang berkumpul di distrik Jiangbei Minggu lalu. Banyak yang membawa spanduk yang menuduh Li melakukan kekejaman terhadap hewan dan penipuan adopsi, sementara yang lain menyerukan kepada pihak berwenang untuk memperkenalkan undang-undang perlindungan hewan khusus.
Aktivis hak hewan mengatakan warga setempat menginginkan pihak berwenang untuk menyelamatkan hewan-hewan yang diyakini masih berada di rumah Li dan mencegah terjadinya penipuan adopsi serupa.
Dalam pernyataannya, pihak berwenang setempat mengatakan masalah ini akan ditangani sesuai hukum yang berlaku, berdasarkan hasil penyelidikan. Para pejabat juga mendesak masyarakat untuk melaporkan informasi apa pun yang berkaitan dengan dugaan aktivitas ilegal.
Baca Juga:
Isu China Batal Beli Batu Bara RI, Kementerian ESDM Buka Suara
Reaksi publik ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang masalah kesejahteraan hewan di China.
Awal tahun ini, dugaan pencurian dan pembunuhan seekor anjing Border Collie berusia 8 tahun bernama Chutou di provinsi Henan memicu kemarahan luas dan seruan baru untuk hukuman yang lebih berat terhadap pelaku kekerasan terhadap hewan.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.