WAHANANEWS.CO, Jakarta - Skandal mengejutkan mengguncang Amerika Serikat setelah seorang wali kota di California mengaku bersalah menjadi agen ilegal China dan menyebarkan propaganda Beijing di tanah Paman Sam.
Eileen Wang, Wali Kota Arcadia di California, resmi mengundurkan diri setelah mencapai kesepakatan pengakuan bersalah dengan otoritas federal pada Senin (12/5/2026).
Baca Juga:
Dipecat Karena Suami Kerja di Perusahaan Kompetitor, Wanita Ini Menang Rp1,75 Miliar
Ia mengakui telah bekerja sama dengan Republik Rakyat China (RRC) sepanjang 2020 hingga 2022 untuk menyebarkan propaganda melalui sebuah situs berita palsu yang menyasar warga Amerika keturunan Tionghoa.
Wang diketahui terpilih sebagai anggota Dewan Kota Arcadia pada November 2022 sebelum kemudian menjabat sebagai wali kota secara bergilir.
Dalam pengakuannya, Wang menjalankan operasi bersama mantan tunangannya, Yaoning “Mike” Sun, melalui situs bernama U.S. News Center yang mengklaim sebagai media berita komunitas.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Jalin Silaturahmi dengan Pondok Pesantren Darul Arifin, Tekankan Pendidikan Disiplin dan Pemanfaatan Teknologi Secara Positif
Namun di balik tampilannya, situs tersebut disebut menjadi alat pemerintah China untuk menyebarkan narasi propaganda dan memengaruhi opini publik di Amerika Serikat.
Wang dan Sun menerima arahan langsung dari pejabat China untuk memublikasikan artikel yang dirancang memperbaiki citra Beijing.
Mereka juga diminta mengirim tangkapan layar sebagai bukti jumlah pembaca yang melihat konten tersebut.
Dalam salah satu instruksi, atasan Wang memintanya memublikasikan tulisan yang menyangkal tuduhan pelanggaran HAM di Xinjiang.
“Tidak ada genosida di Xinjiang; tidak ada yang namanya ‘kerja paksa’ dalam kegiatan produksi apa pun, termasuk produksi kapas,” demikian isi pesan atasannya.
Setelah artikel diunggah, Wang mendapat balasan singkat dari pejabat China.
“Sangat cepat, terima kasih semuanya,” tulis atasannya.
Dalam komunikasi lain, Wang menjawab pujian atas performa propaganda tersebut.
“Terima kasih pemimpin,” balas Wang.
Wang menghadapi ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atas perbuatannya.
Jaksa federal Los Angeles, Bill Essayli, menyebut kasus ini sebagai peringatan serius bagi publik Amerika.
“Nyonya Wang hanyalah yang terbaru yang bertindak sebagai agen untuk RRC dan seharusnya membuat warga Amerika ketakutan bahwa dia mampu naik ke tingkat tertinggi jabatan lokal di kotanya,” kata Essayli.
Mantan tunangan Wang, Yaoning Sun, lebih dulu dijatuhi hukuman empat tahun penjara federal pada Februari 2026.
Sun disebut tidak hanya menyebarkan propaganda, tetapi juga memata-matai Taiwan dari wilayah Amerika Serikat.
Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional, John A. Eisenberg, menilai Sun telah merusak ruang publik Amerika selama bertahun-tahun.
“Selama bertahun-tahun, Sun menerima dan melaksanakan tugas dari pejabat pemerintah China, mendistorsi wacana publik kita dengan menyebarkan propaganda China,” kata Eisenberg.
Jaksa menyebut para pejabat China berupaya membangun karier politik Wang agar ia dapat menduduki jabatan lebih tinggi dan memperjuangkan kepentingan Beijing di California.
Kasus ini memperkuat kekhawatiran lama pemerintah Amerika Serikat mengenai upaya China memengaruhi kebijakan dan proses politik melalui propaganda dan operasi intelijen terselubung.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]