Sejumlah penumpang kereta cepat juga mengalami luka-luka ketika guncangan gempa terjadi.
Gempa tersebut turut melumpuhkan berbagai fasilitas publik dan infrastruktur penting.
Baca Juga:
Jepang Alami Suhu Terpanas dalam 16 Tahun, 453 Harus Dirawat di RS
Sebanyak 48.000 rumah mengalami pemadaman listrik, jalan raya mengalami retakan besar, layanan kereta termasuk shinkansen dihentikan, sementara Bandara Kumamoto menutup landasan pacunya sehingga sejumlah penerbangan dibatalkan maupun dialihkan.
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak terdapat gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak.
Dampak gempa juga dirasakan sektor industri karena sejumlah perusahaan besar menghentikan sementara aktivitas operasionalnya.
Baca Juga:
Jepang Ciptakan "Kulkas Manusia", Cukup 5 Menit Tubuh Langsung Dingin
TSMC, Sony, dan Fujifilm sempat mengevakuasi para pekerjanya, meski TSMC menyatakan fasilitas produksinya tidak mengalami kerusakan dan operasional mulai dipulihkan secara bertahap.
Tokyo Electron menghentikan sementara operasional dua pabriknya hingga Rabu (29/07/2026), sedangkan Honda menangguhkan sementara aktivitas di pabrik sepeda motornya di Kumamoto.
Badan Meteorologi Jepang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang diperkirakan masih dapat terjadi selama sekitar satu pekan ke depan.