Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan kerusakan langsung akibat dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 tersebut mencapai sekitar US$6,7 miliar. Gempa kedua tercatat sebagai gempa paling kuat yang mengguncang Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir.
Fokus Penyelamatan di La Guaira
Baca Juga:
Diguncang Gempa Besar M7,7 Jepang Keluarkan Warning
Jurnalis Reuters yang berada di lokasi menyaksikan jalan raya yang retak akibat gempa serta puluhan bangunan yang berubah menjadi tumpukan beton dan besi yang hancur. Sejumlah reruntuhan bahkan dicat menggunakan semprotan dengan nama bangunan untuk memudahkan tim penyelamat mengidentifikasi lokasi.
Relawan juga mengangkut berbagai bantuan menggunakan sepeda motor dari Caracas dan Valencia menuju daerah terdampak.
Baca Juga:
Kontur Makin Rapat, Tanda Bahaya Gempa di Indonesia Semakin Meningkat
Meski sebelumnya mengapresiasi bantuan para relawan, Rodriguez bersama pejabat lainnya kemudian meminta masyarakat tidak lagi menuju Kota La Guaira karena kemacetan menghambat proses penyelamatan. Pemerintah juga mengumumkan penutupan jalan mulai pukul 20.00 waktu setempat, kecuali bagi tim penyelamat resmi dan tim yang telah terdaftar.
Sementara itu, seorang pengacara bernama Ricardo Trias (73) berusaha memperoleh surat kematian bagi anak baptisnya, Armando Lopez (54), yang jasadnya ditemukan dari reruntuhan apartemennya di kota pesisir Caraballeda pada Kamis malam, namun hingga kini masih berada di lokasi.
"Kami ingin mereka menyerahkan jasadnya kepada kami, kami tidak bisa membawanya dan di sini jasad itu akan membusuk," kata Trias. "Belum ada otoritas forensik yang datang."