Kelompok tersebut juga menuduh Israel telah melakukan sedikitnya 1.298 pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.
Pelanggaran yang dimaksud meliputi tembakan langsung, masuknya kendaraan militer ke zona gencatan senjata, serta serangan udara dan artileri yang menyasar kawasan permukiman sipil.
Baca Juga:
1 Orang Tentaranya Dibunuh, Israel Bombardir Gaza 104 Orang Tewas
Selain pelanggaran militer, Hamas menuding Israel telah memperparah krisis kemanusiaan dengan membatasi sektor kesehatan di Gaza.
Pembatasan itu disebut mencakup pemblokiran pasokan medis penting, bahan rekonstruksi, serta pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Hamas menegaskan perlunya pelaksanaan penuh fase pertama gencatan senjata dan mendesak agar proses segera dilanjutkan ke fase kedua.
Baca Juga:
Presiden AS Trump Belum Tetapkan Batas Waktu Hamas Lucuti Senjata di Gaza
Fase lanjutan tersebut mencakup penarikan total pasukan Israel dari Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya menciptakan stabilitas jangka panjang.
Selain itu, Hamas juga menyerukan pembentukan mekanisme pemantauan internasional yang netral untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata sekaligus memastikan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan.
Dalam hal ini, kelompok tersebut meminta agar sebanyak 600 truk bantuan dapat masuk ke Gaza setiap hari.