WahanaNews.co | Harga minyak menguat pada Kamis (28/4/2022) usai muncul laporan bahwa Jerman tak lagi menentang embargo emas hitam Rusia. Langkah ini dapat memperketat pasokan minyak mentah global yang sudah tertekan.
Perwakilan Jerman untuk Uni Eropa tidak lagi keberatan dengan embargo minyak Rusia selama Berlin diberikan waktu untuk mengamankan pasokan alternatif, Wall Street Journal melaporkan pada Kamis.
Baca Juga:
Luhut: Impor Minyak dari Rusia? Kenapa Tidak, jika Menguntungkan!
Artikel tersebut memperkuat komentar dari Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck pada Selasa (26/4/2022), ketika dia mengatakan bahwa ekonomi terbesar UE, dapat mengatasi embargo UE atas impor minyak Rusia. Dia berharap akan menemukan cara untuk menggantikan minyak Rusia dengan pasokan lain.
Harga minyak mentah berjangka Brent naik 2,2% menjadi US$ 107,59 per barel, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) acuan AS naik 3,3% pada US$ 105,36 per barel.
Jerman sangat bergantung pada impor energi Rusia meski sebelumnya menentang larangan.
Baca Juga:
Ketegangan Israel-Iran Picu Kenaikan Harga Minyak Hingga 4%
Sebelum perang di Ukraina, minyak Rusia menyumbang sekitar sepertiga pasokan Jerman. Sebulan lalu, menteri ekonomi Jerman mengatakan bahwa Jerman telah mengurangi ketergantungan pada minyak Rusia hingga 25% dari total impor.
“Akibatnya, harga minyak akan menjadi lebih mahal, dan harga minyak Rusia akan jatuh dan diskon lebih besar,” kata analis Again Capital LLC John Kilduff, di New York.
Rusia telah menggunakan ekspor energi sebagai "senjata" merespons sanksi Amerika Serikat dan sekutunya atas invasi Moskow ke Ukraina.