Rusia telah memotong pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria dan mencoba mendorong Uni Eropa mengadopsi sistem pembayaran gas dengan membuka rekening di Gazprombank di mana pembayaran dalam euro atau dolar akan dikonversi ke rubel.
Produksi minyak Rusia bisa turun sebanyak 17% pada tahun 2022, menurut dokumen kementerian ekonomi yang dilihat Reuters, karena negara itu menghadapi sanksi Barat.
Baca Juga:
Luhut: Impor Minyak dari Rusia? Kenapa Tidak, jika Menguntungkan!
Terlepas dari ini, kelompok produsen OPEC+ yang terdiri Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu yang dipimpin Rusia diperkirakan akan mempertahankan laju peningkatan produksi moderat ketika bertemu pada 5 Mei, sumber mengatakan kepada Reuters.
Sementara dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam 2 dekade pada Kamis, didorong melemahnya yen dan euro.
Di Tiongkok, Beijing menutup beberapa ruang publik dan meningkatkan pemeriksaan Covid-19 karena sebagian besar dari 22 juta penduduk kota itu melakukan pengujian massal dalam upaya mencegah penguncian seperti di Shanghai.
Baca Juga:
Ketegangan Israel-Iran Picu Kenaikan Harga Minyak Hingga 4%
Penguncian terbaru telah mengganggu pabrik dan rantai pasokan, sehingga meningkatkan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi negara itu. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.