Gempa berkekuatan 7,4 pada pekan lalu di lepas pantai timur laut, telah memutus aliran listrik ke sekitar 2 juta rumah tangga, termasuk ratusan ribu di ibu kota, Tokyo.
Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno sebelumnya meminta warga di Jepang timur yang terkena dampak krisis listrik untuk menghemat energi.
Baca Juga:
Harga Beras di Jepang Nyaris Tembus Rp100 Ribu, Stok Langka dan Panic Buying Meluas
"Kami meminta kerja sama Anda, seperti dengan menyetel termostat Anda sekitar 20 derajat Celcius (68 Fahrenheit) dan mematikan lampu yang tidak perlu," kata Matsuno dalam konferensi pers.
Matsuno menambahkan bahwa, permintaan untuk menghemat energi hanya berlaku sementara.
Karena cuaca membaik, dan penambahan lebih banyak pembangkit listrik tenaga surya.
Baca Juga:
Liburan ke Bali Makin Mudah, Kolaborasi Indonesia-Jepang Genjot Wisatawan
"Saya sering menggunakan pemanas sehingga saya akan mencoba untuk menghemat energi," kata seorang mahasiswa, Shuntaro Ishinabe kepada Reuters.
Gempa yang terjadi pekan lalu menyebabkan enam pembangkit termal tidak beroperasi di area cakupan Tepco dan Tohoku Electric Power Co.
Gempa juga menyebabkan kerusakan peralatan, sehingga tidak beroperasi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.