Kebijakan tersebut diperkirakan akan berlaku pada sekitar 80 hingga 90 persen jenis barang.
“Jadi, ini berarti dapat memfasilitasi peningkatan perputaran bilateral kita, dan saya harap ini akan sangat bermanfaat dan sangat operasional. Kedua belah pihak, dapat memanfaatkan kesempatan ini mengekspor dan mengimpor lebih banyak dari Indonesia, karena kami semua mencari barang-barang dari Indonesia,” kata Dubes Sergei.
Baca Juga:
Pimpin Rapat Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah,Bupati Karo:Jaga Kedisplinan Kerja,Berikan Layanan Terbaik Kepada Masyarakat
Ia menambahkan, sejumlah komoditas unggulan Indonesia menjadi incaran para pelaku usaha di Rusia.
Dengan demikian, penerapan FTA ini diyakini akan semakin memperkuat hubungan perdagangan bilateral, khususnya antara Indonesia dan Rusia, serta kawasan Uni Ekonomi Eurasia secara keseluruhan.
“Karena, kami masih tertarik dengan apa yang telah saya dengar, bahkan dalam hal misalnya, pertanian, kopi Indonesia, kakao Indonesia, mungkin beberapa barang lainnya. Tentu saja, minyak sawit, yang merupakan produk ekspor nomor satu dari Indonesia ke Rusia,” ucapnya.
Baca Juga:
Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kinerja BNPB, Tambahan Anggaran Disetujui
Dari pihak Indonesia, Menteri Perdagangan Budi Santoso dijadwalkan hadir langsung dalam prosesi penandatanganan FTA tersebut di St. Petersburg.
Sementara itu, delegasi Rusia akan dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Alexey Overchuk.
Selain Indonesia dan Rusia, penandatanganan FTA ini juga akan dihadiri oleh perwakilan negara anggota UEE lainnya, yakni Kazakhstan, Armenia, Belarusia, dan Kyrgystan.