Sebelum perubahan drastis dalam pendekatan AS, operasi penindakan perdagangan narkoba di laut biasanya dilakukan oleh lembaga penegak hukum dan US Coast Guard, bukan militer.
Prosedurnya bersifat hukum kapal dihentikan, digeledah, dan awaknya ditangkap untuk menjalani proses pengadilan. Inggris selama bertahun-tahun mendukung metode berbasis hukum itu, bukan aksi militer sepihak.
Baca Juga:
AS Keluarkan Perintah Eksekutif, Negara Mitra Dagang Iran Terancam Tarif Tinggi
Langkah Inggris untuk menarik diri dari kerja sama intelijen mencerminkan meningkatnya keraguan dunia terhadap legalitas kampanye militer AS di Amerika Latin.
Namun pemerintahan Trump bersikeras bahwa tindakannya sah secara hukum.
Washington beralasan bahwa para penyelundup narkoba menimbulkan ancaman nyata bagi warga Amerika dan oleh karena itu dikategorikan sebagai “kombatan musuh” dalam “konflik bersenjata” melawan AS.
Baca Juga:
AS dan Iran Kembali Berunding di Oman Usai Bom Nuklir dan Perang
Dalam memo resmi yang dikirim ke Kongres dan diperkuat oleh opini rahasia dari Kantor Penasihat Hukum Departemen Kehakiman, Trump bahkan menetapkan sejumlah kartel narkoba sebagai “kelompok teroris asing.”
Gedung Putih menegaskan bahwa seluruh operasi tersebut “sepenuhnya mematuhi Hukum Konflik Bersenjata,” yang menurutnya dirancang untuk mencegah korban sipil.
Kolombia Ikuti Langkah Inggris