WahanaNews.co | Dalam waktu dekat ini, Inggris diprediksi akan merasakan akibat dari "perang total" yang didengungkan Barat dan AS pada Rusia.
Dalam "perang total", Inggris termasuk negara yang paling menyerang Rusia dengan menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi dampak dari invasi Moskow ke Ukraina.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
Satu di antara tanda Inggris mulai merasakan dampak dari kebijakannya sendiri memberi sanksi pada Rusia adalah ketidakmampuan Shell untuk membeli gas.
Shell dikabarkan sudah tidak mampu membeli gas pada Rusia, yang disebut-sebut sebagai efek samping dari kebijakan anti-Rusia London.
"London ingin menjadi pemimpin segala sesuatu yang anti-Rusia, bahkan ingin berada di depan Washington. Nah, inilah efek sampingnya," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan kepada TASS seperti dikutip pada Sabtu, 2 April 2022.
Baca Juga:
Siap Kuasai Udara, Rusia Tampilkan Prototipe Senjata Laser Antidrone
Peskov, mengomentari fakta bahwa, berbeda dengan Uni Eropa lainnya, Inggris memberlakukan sanksi pada Gazprombank dan sekarang tidak mampu membayar gas Rusia dengan mata uang rubel.
Bloomberg melaporkan, pada Jumat, 1 April 2022, Shell kemungkinan besar tidak akan mampu membayar gas Rusia bulan ini, karena Inggris telah memberlakukan sanksi terhadap Gazprombank.
Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin meminta pembayaran pemindahan pasokan gas ke negara-negara yang tidak bersahabat.
Dia mengatakan, bahwa Moskow akan menolak menerima pembayaran atas kontrak semacam itu dalam mata uang yang didiskreditkan, termasuk dolar dan euro.