WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris menginisiasi langkah diplomatik besar dengan menggandeng lebih dari 40 negara untuk menekan Iran agar segera membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.
London menilai kondisi saat ini telah mengganggu stabilitas ekonomi global, bahkan menyebut Iran seolah “menyandera” perekonomian dunia, setelah aktivitas pelayaran di selat tersebut tersendat akibat konflik yang berkepanjangan.
Baca Juga:
Hubungan Gelap dengan Epstein, Rumah Eks Dubes Inggris Digeledah
Mengutip laporan dari Associated Press dan Reuters pada Jumat, 3 April 2026, pertemuan internasional tersebut digelar secara virtual dan diikuti puluhan negara dari berbagai kawasan. Menariknya, Amerika Serikat tidak turut serta dalam forum tersebut.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pengamanan jalur perairan strategis tersebut bukan merupakan tanggung jawab negaranya, sehingga AS memilih tidak terlibat langsung dalam upaya tersebut.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menjelaskan bahwa pembicaraan difokuskan pada pendekatan diplomatik guna membuka kembali akses di Selat Hormuz.
Baca Juga:
Sambut HPN 2026, Polda Jambi Berikan Apresiasi Kepada Media
Ia menegaskan, sebanyak 41 negara dari hampir seluruh benua telah berpartisipasi dalam diskusi tersebut, mencerminkan besarnya perhatian dunia terhadap krisis ini.
Kondisi yang terjadi di Selat Hormuz telah memicu dampak global yang signifikan, mulai dari kelangkaan bahan bakar hingga terganggunya distribusi pupuk.
Situasi ini turut mendorong lonjakan harga pangan dan energi di berbagai negara.
Cooper memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak dan bahan makanan telah memberikan tekanan berat terhadap rumah tangga maupun sektor bisnis di seluruh dunia.
Selat yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan samudra internasional itu kini mengalami pembatasan aktivitas secara drastis.
Meski memiliki kepentingan besar, tidak ada negara yang berani membuka jalur tersebut melalui kekuatan militer karena tingginya risiko eskalasi konflik yang lebih luas.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menilai bahwa opsi militer bukanlah solusi realistis untuk mengatasi situasi ini.
Ia menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz hanya dapat dicapai melalui jalur negosiasi langsung dengan Iran.
Di sisi lain, Inggris berharap forum internasional ini dapat memperkuat tekanan diplomatik terhadap Iran sekaligus membuka jalan menuju solusi damai.
London juga berupaya menyusun strategi keamanan jangka panjang pascakonflik guna menjamin kelancaran distribusi energi global dan menjaga stabilitas ekonomi dunia ke depan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]