Mao setuju untuk ikut andil dalam Perang Korea, tetapi dia membutuhkan jaminan kekuatan udara dari Uni Soviet, dikutip dari Britannica.
Pemimpin Uni Soviet kala itu, Joseph Stalin, berjanji untuk memperluas pertahanan udara China sampai di atas Sungai Yalu, pun melindungi pangkalan udara di Manchuria dan pembangkit listrik tenaga listrik di sungai tersebut.
Baca Juga:
Pj Wali Kota Pontianak Edi Suryanto Fokuskan Pembangunan di Pontianak Timur
Setelah berbagai debat, Mao kemudian memerintahkan Renmin Zhiyuanjun atau Pasukan Relawan Rakyat China (CPVF) untuk pergi ke Korea. Pasukan itu diketuai oleh Jenderal Peng Dehuai, seorang veteran 20 tahun yang ikut dalam perang melawan Nasionalis China dan Jepang.[rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.