Presiden Yoon mengatakan dia akan menginstruksikan Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan, serta lembaga pemerintah terkait lainnya untuk melakukan tinjauan darurat, terhadap semua peristiwa besar yang direncanakan untuk beberapa bulan mendatang, guna mencegah terulangnya kejadian tragedi serupa.
Presiden kemudian memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
Baca Juga:
Belajar dari Tragedi Halloween Itaewon, Dokter Ini Beri Saran Agar Selamat dari Kerumunan
Usai Pidato, Presiden Yoon mengunjungi tempat kejadian sebelum memimpin pertemuan darurat di kompleks pemerintahan, Seoul.
Sementara itu, Kejaksaan Agung segera meluncurkan tim investigasi atas kasus tersebut. Menteri Kehakiman Han Dong-hoon menginstruksikan jaksa untuk bekerja sama erat dengan polisi, untuk menemukan penyebab insiden tersebut.
Terpisah, Pemerintah Kota Seoul mengatakan akan mendirikan situs peringatan untuk para korban di Seoul Plaza. Wali Kota Oh Se-hoon, yang sedang dalam perjalanan bisnis di Eropa, memutuskan untuk mempersingkat perjalanannya dan kembali ke kota.
Baca Juga:
Faktor yang Sebabkan 156 Orang Tewas dalam Tragedi Halloween di Itaewon
Diketahui, diperkirakan 100.000 orang berkumpul di Itaewon untuk Halloween pertama sejak pencabutan pembatasan Covid-19. Banyak pengunjung pesta mengenakan kostum Halloween.
Otoritas kebakaran menerima laporan pertama tentang insiden tersebut sekitar pukul 10:15 malam.
Saksi mata mengatakan orang-orang "jatuh seperti kartu domino" tiba-tiba dan mulai berteriak minta tolong.