WAHANANEWS.CO, Jakarta - Penyeberangan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir dijadwalkan akan kembali dibuka pada pekan depan untuk perjalanan dua arah.
Kebijakan ini menjadi tonggak penting bagi kebebasan mobilitas warga Palestina di Gaza setelah lama menghadapi pembatasan ketat. Informasi tersebut dilaporkan Anadolu pada Jumat, 23 Januari 2026.
Baca Juga:
PBB Nilai Tantangan Kemanusiaan di Gaza Masih Berat Meski Gencatan Senjata Masuk Fase Kedua
Kepastian pembukaan perbatasan itu diumumkan pada Kamis oleh Ketua Komite Transisi Gaza, Ali Shaath, dalam acara penandatanganan piagam Dewan Perdamaian.
Ia menyampaikan bahwa kebijakan ini berlaku bagi seluruh warga Palestina di Jalur Gaza dan membawa harapan baru setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi isolasi.
Ali Shaath menggambarkan penyeberangan Rafah sebagai urat nadi kehidupan masyarakat Gaza sekaligus simbol peluang untuk masa depan yang lebih baik.
Baca Juga:
Tragedi Musim Dingin di Gaza, UNICEF Laporkan Enam Anak Meninggal Dunia
Menurutnya, keputusan ini menunjukkan bahwa Gaza mulai membuka diri dan tidak lagi sepenuhnya terkungkung oleh pembatasan yang berkepanjangan.
Sebagai satu-satunya akses keluar masuk Jalur Gaza yang tidak melalui wilayah Israel, Rafah memiliki peran strategis dalam pergerakan warga sipil.
Selain itu, jalur ini juga menjadi pintu utama bagi masuknya bantuan kemanusiaan dan kebutuhan logistik bagi penduduk Gaza.