WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di tengah klaim kemenangan Amerika Serikat, laporan intelijen terbaru justru mengungkap kekuatan militer Iran masih jauh dari lumpuh dengan sekitar setengah peluncur rudal dan ribuan drone kamikaze tetap utuh, Jumat (3/4/2026).
Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan tempur Teheran masih signifikan meski telah digempur serangan intensif Amerika Serikat dan Israel selama lima minggu terakhir.
Baca Juga:
Di Tengah Ketegangan, Kapal Eropa Pertama Berhasil Melintas Selat Hormuz
Laporan tersebut muncul beriringan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali menyebut kemampuan militer Iran telah melemah drastis sejak operasi militer dimulai pada 28 Februari 2026.
Di tengah eskalasi konflik di Asia Barat, serangan dari kedua kubu bahkan telah meluas hingga menyasar infrastruktur sipil.
“Mereka masih sangat siap untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh wilayah,” kata salah satu sumber intelijen AS.
Baca Juga:
China Blak-blakan Tuding AS dan Israel Biang Kerok Blokade Selat Hormuz
Menurut laporan CNN yang mengutip sumber terkait, penilaian intelijen ini juga mencakup peluncur rudal yang mungkin tidak dapat diakses karena tertimbun, namun belum hancur akibat serangan.
Selain itu, sebagian besar rudal jelajah pertahanan pantai Iran disebut masih dalam kondisi utuh dan siap digunakan.
Kondisi ini dinilai memungkinkan Iran tetap mengancam jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan global.