Meski Amerika Serikat belum memfokuskan serangan udara pada aset pertahanan pantai Iran, mereka telah menargetkan sejumlah kapal dalam operasi militernya.
Laporan intelijen ini bertolak belakang dengan klaim Trump yang menyatakan Iran “sedang dihancurkan”.
Baca Juga:
Hubungan RI-Iran Disebut Sedang Terluka, Eks Dubes Bongkar Insiden Kapal Tanker hingga Kapal Perang
“Kemampuan Teheran untuk meluncurkan rudal dan drone sangat terbatas, dan pabrik senjata serta peluncur roket mereka hancur berkeping-keping, hanya sedikit yang tersisa,” kata Trump dalam pidatonya kepada publik, Rabu (1/4/2026).
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebutkan bahwa lebih dari 12.300 target di dalam wilayah Iran telah diserang hingga Rabu (1/4/2026).
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga mengklaim bahwa intensitas serangan Iran telah menurun hingga 90 persen meskipun tidak merinci secara detail target yang telah dihancurkan.
Baca Juga:
Kapal-Kapal Dilaporkan Sudah Lewati Selat Hormuz, Angkatan Laut Iran Ungkao Bahaya
“Serangan rudal balistik terhadap pasukan kita turun 90 persen sejak awal konflik, begitu juga dengan UAV serangan satu arah, seperti drone kamikaze, turun 90 persen,” kata Hegseth dalam konferensi pers, Rabu (19/3/2026).
Menanggapi laporan tersebut, Gedung Putih melalui juru bicaranya Anna Kelly menilai informasi itu berasal dari sumber anonim yang berupaya meremehkan keberhasilan militer AS.
“Sumber anonim sangat ingin menyerang Presiden Trump dan meremehkan kerja luar biasa Militer Amerika Serikat dalam mencapai tujuan Operasi Epic Fury,” kata Kelly.