WAHANANEWS.CO, Jakarta – Duta Besar sekaligus Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Ali Bahreini, menegaskan bahwa Selat Hormuz kini telah kembali beroperasi secara normal dan terbuka sepenuhnya bagi seluruh jenis kapal, termasuk kapal dagang internasional.
Kondisi tersebut terjadi setelah tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat yang mengakhiri ketegangan di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Trump: Jika Iran Tak Patuh, Kami Akan Kembali Menyerang
Dalam keterangannya kepada wartawan di Jenewa pada Selasa, 23 Juni 2026, Bahreini menyampaikan bahwa aktivitas pelayaran di salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia itu telah kembali berjalan tanpa hambatan.
“Selat itu sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal, termasuk kapal dagang,” ujar Bahreini.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi perdagangan global.
Baca Juga:
Usai Deal Perang Iran Ketiban ‘Durian Runtuh’, Eropa Siap Lakukan Ini!
Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, volume pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mengalami peningkatan yang signifikan.
Kondisi ini menunjukkan proses pemulihan distribusi energi internasional dan aktivitas perdagangan yang sebelumnya sempat terganggu akibat konflik.
Pernyataan Bahreini muncul setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai sebuah kesepakatan yang mencakup pemulihan akses pelayaran di Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang ditandatangani secara elektronik pada pekan lalu sebagai langkah untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Dalam isi kesepakatan itu, Amerika Serikat menyetujui pencabutan blokade angkatan laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Sebagai imbal balik, pemerintah Iran berkomitmen untuk memulihkan dan menjamin kelancaran lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, termasuk memberikan kepastian keamanan bagi kapal-kapal yang melintas.
Sebelumnya, laporan Anadolu menyebutkan bahwa jumlah kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz meningkat tajam dan mencapai level tertinggi sejak awal Juni.
Kenaikan tersebut terjadi setelah implementasi awal kesepakatan antara kedua negara mulai dijalankan.
Sebagai bagian dari tindak lanjut kesepakatan, Iran dan Amerika Serikat juga menggelar perundingan teknis yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar di Swiss pada 21 Juni.
Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan mekanisme pelaksanaan MoU Islamabad agar seluruh poin yang telah disepakati dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
Selat Hormuz sendiri memiliki peran strategis dalam perdagangan dunia. Jalur perairan ini menjadi pintu utama bagi ekspor minyak dan gas dari negara-negara kawasan Teluk menuju berbagai pasar internasional.
Karena itu, stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut sangat berpengaruh terhadap harga energi global serta kelancaran rantai pasok perdagangan internasional.
Dengan kembali normalnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, pelaku pasar berharap distribusi energi dunia dapat berlangsung lebih stabil.
Normalisasi ini juga dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan pelaku perdagangan internasional sekaligus mendukung pemulihan ekonomi global yang sangat bergantung pada kelancaran pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]