WAHANANEWS.CO - Di tengah upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru melontarkan ancaman keras kepada Iran hanya beberapa jam sebelum kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) perdamaian.
Trump menegaskan Amerika Serikat siap kembali melakukan serangan militer apabila Iran tidak menjalankan komitmen yang telah disepakati dalam perjanjian tersebut.
Baca Juga:
Yayasan Kisah Nyata Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres Dairi
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri KTT G7 di Prancis, Rabu (17/6/2026) waktu setempat, menjelang penandatanganan MoU antara Washington dan Teheran.
"Tidak, ini belum final. Ini adalah nota kesepahaman," kata Trump.
"Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menyerang mereka," tambahnya.
Baca Juga:
Prabowo Kumpulkan 93 Bos Bank BUMN di Istana, Bahas Apa?
Trump bahkan mengeluarkan pernyataan yang lebih keras terkait kemungkinan tindakan militer terhadap Iran.
"Jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di tengah kepala mereka," cetus Trump.
"Karena mereka berperilaku buruk selama 47 tahun," lanjutnya, merujuk pada Republik Islam Iran yang berdiri setelah Revolusi Islam tahun 1979.