Di tengah situasi panas itu, Trump kembali melontarkan ultimatum keras kepada Iran melalui media sosial Truth Social.
“Jika mereka tidak setuju, pemboman akan dimulai, dan sayangnya, akan jauh lebih besar dan lebih intens daripada sebelumnya,” tulis Trump.
Baca Juga:
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Trump: Itu Cuma Love Tap
Meski mengeluarkan ancaman keras, Trump juga menyatakan optimisme bahwa perang masih memiliki peluang untuk dihentikan sebelum lawatan yang direncanakannya ke China.
“Ada peluang yang sangat bagus perang dapat berakhir sebelum perjalanan ke China,” ujar Trump kepada PBS pada Rabu (7/5/2026).
Namun, ia memperingatkan bahwa jika upaya diplomasi gagal, AS siap kembali melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
Baca Juga:
Kawasan Timur Tengah Kembali Memanas, AS Tembak Kapal Tanker Iran di Selat Hormuz
“Kami akan kembali membombardir mereka habis-habisan,” lanjutnya.
Di tengah ancaman perang tersebut, laporan media menyebut AS dan Iran kini berada di ambang kesepakatan awal berupa dokumen satu halaman berisi 14 poin untuk mengakhiri konflik dan membuka negosiasi lanjutan selama 30 hari.
Proposal itu disebut mencakup penghentian sementara pengayaan uranium Iran, peningkatan inspeksi internasional, pencabutan bertahap sanksi AS, pelepasan dana Iran yang dibekukan, serta pelonggaran pembatasan pengiriman.