"Data yang salah dimasukkan memicu Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS), yang berulang kali menurunkan hidung pesawat ke titik dan pilot kehilangan kendali."
Laporan akhir akan diterbitkan dalam beberapa hari mendatang, kata menteri tersebut, seraya menambahkan bahwa itu sesuai dengan laporan awal.
Baca Juga:
Dari Moncong Hingga Sayap, Inilah 5 Detail Pembeda Boeing dan Airbus
Setelah kecelakaan ganda tersebut, pengiriman dan produksi 737 MAX ditangguhkan kemudian semua pesawat yang ada dikandangkan selama 20 bulan.
Boeing 737 MAX secara bertahap diizinkan terbang lagi mulai akhir 2020 setelah Boeing melakukan koreksi yang diperlukan.
Pada Januari 2021, Boeing setuju membayar 2,5 miliar dollar AS (Rp 38,96 triliun) untuk menyelesaikan tuntutan pidana AS atas klaim perusahaan tersebut menipu regulator yang mengawasi 737 MAX.
Baca Juga:
Lebih dari 30 Ribu Pekerja Boeing Mogok Kerja Tuntut Kenaikan Tunjangan
Pada September 2022, pejabat sekuritas AS mendenda Boeing 200 juta dollar AS (Rp 3,11 triliun) atas jaminan palsu dari raksasa penerbangan itu tentang keselamatan 737 MAX setelah dua kecelakaan mematikan. [rna]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.